Senja itu Rahman duduk sendiri di depan teras rumahnya. Terlihat matanya begitu sayu. Sambil membolak-balik halaman demi halaman buku yang dibacanya, angin sepoi-sepoi yang menyapu indahnya petang itu tiba-tiba membuat Rahman tanpa sadar terkulai lemas, lesu seakan mau pingsan. Namun untunglah tidak terjadi. Sebab ia hanya sedikit lelah setelah terlalu lama membaca buku. Meski begitu ia terlihat kusut, kusam tanpa ekspresi keceriaan yang biasa ia perlihatkan didepan teman-t...